Wednesday, September 4, 2013

Cinta Tidak Butuh Alasan

                Angin berhembus lembut melewati sepasang remaja yang sedan duduk bersisian beralaskan rumput. Mereka duduk menghadap sebuah danau yang terbentang luas. Lisa menyenderkan kepalanya ke bahu Fajar yang tegap.
                “Lis…” Panggil Fajar tiba-tiba dan membuat Lisa menoleh kepadanya. “Maafin aku ya.”
                “Maafin apa, Jar? Kamu kan ga salah apa-apa.” Lisa heran dengan pernyataan maaf Fajar yang tiba-tiba.  Lisa menatap kedua bola mata Fajar, berusaha mencari jawaban.
                “Aku suka keras kepala. Kadang, aku cuek. Aku juga ga bisa nyanyi kayak cowo-cowo romantis itu. Aku ga pinter-pinter banget. Aku…” belum sempat Fajar menyelesaikan kalimatnya, Lisa meletakkan jari telunjuknya ke depan bibir Fajar dan membuatnya terdiam. Lisa tersenyum manis.
                “Terus kenapa kalo kamu keras kepala? Terus kenapa kalo kamu kadang cuek? Emangnya romantis itu selalu dengan nyanyian?” Tanya Lisa. Fajar hanya terdiam sambil menatap wajah Lisa lekat-lekat.
                “Semua itu ga penting buat aku, Jar. Mau kamu keras kepala, cuek, perhatian banget, bisa nyanyi atau engga, kamu pinter atau bodoh. Aku, cintanya sama kamu yang begini. Kamu yang apa adanya.” Jelas Lisa sambil tersenyum, Fajar ikut tersenyum mendengar perkataan Lisa yang terdengar begitu manis di telinganya.
                “Kenapa kamu bisa mencintaiku seperti ini, Lis?”
                “Memangnya, mencintai seseorang butuh alasan?” sekali lagi, Lisa berhasil membuat Fajar tersenyum.

                “Lisa, aku bangga banget punya kamu.  Kamu… bener-bener buat aku ngerasa sempurna untukmu.” Ucap Fajar tulus lalu merangkul bahu Lisa halus. Angin yang berhembus punmenjadi saksi akan ketulusan cinta mereka berdua. Ya, cinta memang tidak butuh alasan.

1 comment:

  1. Hai nama aku lisa juga loh. Hahaha. Andai fajar itu bener2 nyata di hidup aku. :))

    ReplyDelete