Thursday, February 9, 2017

Bukan Nomer Satu

Apa yang kamu rasakan saat tidak menjadi nomer satu? Atau bagaimana rasanya tidak pernah menjadi nomer satu?

Sebenarnya semua hal itu biasa saja, hingga akhirnya kita merasa cemburu. Sebenarnya semua hal itu biasa saja, hingga akhirnya kamu merasa cemburu.

Oh bukan, bukan tentang kecemburuan yang muncul saat orang lain menjadi nomer satu di kelasnya saat di SD, SMP atau SMP. Bukan tentang kecemburuan dengan anggota keluarga.

Kalau dipikir lebih lanjut, sepertinya rasa cemburu ini muncul karena dulu seseorang pernah dinomer satukan oleh orang lainnya - bukan keluarga, maupun guru - namun sekarang entah dinomer berapakan. Menyadari hal itu seseorang menjadi cemburu.

Saat dulu mereka selalu menomer satukanmu, dalam hal apapun.
Saat ia yang kebingungan menjadikanmu orang pertama yang ia mintai pendapat
Saat ia yang kesulitan menjadikanmu orang pertama yang ia mintai tolong
Saat ia yang marah menjadikanmu orang pertama yang menyadari amarahnya
Saat ia yang mendapat berita bahagia menjadikanmu orang pertama yang ia kabari
Bahkan, saat ia yang sedang tidak ada apa-apa menjadikanmu orang pertama yang dicarinya

Lalu tiba-tiba semua itu berubah
Kamu bukan lagi orang yang pendapatnya dipertimbangkan
Kamu bukan lagi orang yang ia mintai pertolongan
Kamu menjadi orang terakhir yang menyadari amarahnya
Kamu tak pernah mendapatkan kabar bahagia lagi darinya
Kamu bukan lagi orang yang ia cari di saat senggangnya

Dan lebih sialnya, ada orang lain yang menggantikan posisimu
Dan kamu melihat itu
Dan kamu menyaksikannya langsung

Awalnya kamu tak menyadari akan segala perubahan itu
Namun lambat laun akhirnya kamu mengerti
Kamu tidak lagi menjadi nomer satu.