Thursday, September 12, 2013

Tak Kusangka

Pernahkah kamu merasakan sesuatu yang kau pikir takkan kau rasakan? Aku pernah. Dua tahun setelah aku memutuskan hubungan dengannya, memang aku merasa sedih, namun… tak kusangka ku akan…
                Suara lagu Officialy Missing You  yang ku-set menjadi ringtone  berbunyi membuyarkan lamunanku. Ah… dia lagi.
                “Halo?” ucapku menyapa suara disebrang sana.
                “Bisakah ku bertemu denganmu, sekarang? Aku menunggu di cafĂ© yang biasa kita datangi.” Ucapnya. Setelah menjawab sekenanya, aku bergegas untuk menemuinya.
                Sosok itu… Aku berbohong jika aku tidak merasakan jantungku berdegup kencang ketika ku melihatnya sekarang. Ku lemparkan senyum semanis mungkin kepadanya saat ia menatapku. Mungkinkah ia sadar aku gugup?
                “Hey, Ren.” Sapanya dengan senyum menawan yang terlukis di wajah maskulinnya.  Aku hanya balas tersenyum.
                “Kau tahu tidak?” tanyanya tiba-tiba.
                “Tahu apa?” aku balik bertanya.
                “Tahu rasanya merasakan sesuatu yang kau pikir takkan kau rasakan.” Jelasnya.
                Aku sedang merasakan itu, batinku. “Maksudnya?” malah itu yang keluar dari bibirku.
                “Ya, kau pikir itu mustahil untuk kau rasakan, tapi nyatanya itu kau rasakan.”
                “Contohnya?”
                “Seperti saat ini.” Jawabnya singkat membuatku jantungku berdegup semakin kencang. Aku mengernyitkan dahiku. Bingung.
                “Kau sedang merasakan sesuatu? Apa itu?” aku kembali bertanya.
                “Hey, apa kau tidak merasakan hal yang sama denganku?” tanyanya cepat.
                “Sungguh, aku bingung dengan perkataanmu yang bertele-tele.” Ucapku jujur.
                “Aku merindukanmu.” DEG!
                Kurasa saat ini wajahku memerah. Ku rasa, aku juga merindukanmu. Tak kusangka aku akan merindukanmu…
               


No comments:

Post a Comment