Wednesday, November 13, 2013

From Zero to Hero

                Apa mereka pikir aku ini buta atau tuli? Bisa-bisanya mereka membicarakan tentang diriku di depan diriku sendiri. Sekali lagi, di depan mata kepalaku sendiri. Awalnya aku hanya diam saja setiap mereka membicarakan tentang diriku, mengolok-olokku. Kalian tahu apa yang mereka bicarakan? Perempuan-perempuan centil yang menurutku terlihat seperti tante itu tak henti-hentinya membicarakan penampilanku yang look-so-nerd. So what, huh?
                “Coba tuh liat, cewe-cewe di SMA ini mana ada sih yang tampaknya kutu banget gitu?”
                “Ada tau! Coba deh liat tuh liat!” rasanya ingin ku sumpel mulutnya dengan sambel penjual mie ayam di kantin.
                “Ngomongin siapa kalian?” ucapku memberanikan diri. Hey, aku bukannya takut pada mereka, aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk menghajar mereka.
                “Eits, look, girls! Someone is talking to us!” ucap salah satu perempuan di geng tante itu.
                “I wanna make it short. Can you just shut your mouth? Can you stop underestimated people?”  ucapku dengan wajah tenang yang membuat mereka kaget setengah mati melihatku berbicara dengan nada ketus namun terlihat tenang. Tidak ada yang menanggapi perkataanku.

                “People that you mocked maybe a zero, but later they’ll be a hero. How about you? From zero to moron?” kataku melanjutkan kalimat sebelumnya dan pergi meninggalkan mereka yang masih terbengong menatapi keberanianku.

No comments:

Post a Comment