Saturday, March 5, 2011

how....

how to show my feelings? disappointment, anger, sadness....
i'll use bahasa

sebenernya, saya membuat entri ini terpengaruh oleh kakak saya setelah membaca entrinya di wordpress. aku lahir dan dibesarkan di keluarga yg cukup keras. dimana kalau anak2nya melakukan kesalahan pasti dimarahin, kadang dihukum. jika saat, dimarahi kita menangis kita malah akan lebih dimarahi. saat anak2 di keluarga kami menginginkan sesuatu dan orang tua kami tak bisa/tak mau memberikannya, wajar kah seorang anak menunjukkan kekecewaannya? namun bila kita menunjukkan kekecewaan itu kita malah akan dimarahi. saat orang tua memarahi, dan kita ingin membela diri atau marah, kita malah akan semaki dimarahi. seolah-olah kita dilarang untuk kecewa marah dan sedih. ibuku pernah berkata 'menangislah kalau mau menangis, jangan ditahan, mama ga ngelarang'. sekarang, bukan tentang keluargaku yg akan kubahas sekarang.

sampai sekarang, aku kadang bingung bagaimana menunjukkan kekecewaan, kemarahan dan kesedihan itu. teman2 ku banyak yg berpikir aku ini kuat, aku sering menghibur temanku yg sedih entah karena masalah pacar atau temannya. aku sering membuat temanku tertawa, aku senang bisa membuat mereka senang.

aku mempunyai seorang sahabat yg sudah cukup lama bersahabat denganku. namun, suatu saat dia 'menusuk dari belakang'. kau tau seberapa rasa kecewa sedih dan marahku itu? kalau aku bisa aku ingin mengucapkan semua yg ku rasakan, sayangnya aku tak bisa. setiap kali dia meminta maaf, aku hanya berkata 'iya gapapa' sambil tersenyum walaupun sebenarnya dalam hati aku menangis sekencang-kencangnya. saat ku ceritakan masalah ini pada temanku yg lain, dia berkata 'lu terlalu baik kenapa ku ga bilang lu kesel kecewa sama dia?' dan ku jawab 'gua ga tau caranya'.

suatu hari, teman dekat ku menceritakan sesuatu yg tidak ku tau pada teman dekatku yg lain. dalam hati aku kecewa kenapa cuma aku yg tidak diberitau? ingin ku bertanya pada mereka, tapi aku tidak enak, aku pikir mungkin bukan hak-ku untuk tau hal itu. dan akhirnya aku hanya diam.

saat ku kelas 8 aku punya teman dekat, RN. dan saat itu aku sedang suka dengan seseorang ._. saat di kelas 9, aku sudah tidak sekelas dengan RN dan saat kelas 9 orang yg kusuka itu jadian dengan teman dekat RN kelas 9. kau tau? RN dan teman2 kelas 8 ku yg lain seolah2 menjauh dari aku, sakit hati, kecewa, seolah2 mereka lupa denganku. ya tapi aku tak bisa menunjukkan kekecewaanku (lagi).

kadang untuk menangis pun aku harus berpikir, mengerti apa maksudnya? aku harus memikirkan kejadian yg membuat ku sedih dari awal sampe akhir barulah aku bisa menangis. kalau aku sudah marah, kadang ucapan pun tak terkontrol, jadinya kalau mau marah ga enak. kalau aku kecewa, biasanya sikapku jadi sedikit pendiam.

aku tidak menyalahkan siapa2 dalam keanehanku ini,
"aku cuma ingin bisa menunjukkan rasa kecewa, marah atau sedih agar orang tak seenaknya bertindak terhadap ku."



No comments:

Post a Comment