Pernahkah kamu merasakan sesuatu
yang kau pikir takkan kau rasakan? Aku pernah. Dua tahun setelah aku memutuskan
hubungan dengannya, memang aku merasa sedih, namun… tak kusangka ku akan…
Suara lagu
Officialy Missing You yang ku-set
menjadi ringtone berbunyi membuyarkan lamunanku. Ah… dia lagi.
“Halo?”
ucapku menyapa suara disebrang sana.
“Bisakah
ku bertemu denganmu, sekarang? Aku menunggu di cafĂ© yang biasa kita datangi.” Ucapnya. Setelah menjawab sekenanya,
aku bergegas untuk menemuinya.
Sosok itu…
Aku berbohong jika aku tidak merasakan jantungku berdegup kencang ketika ku
melihatnya sekarang. Ku lemparkan senyum semanis mungkin kepadanya saat ia
menatapku. Mungkinkah ia sadar aku gugup?
“Hey,
Ren.” Sapanya dengan senyum menawan yang terlukis di wajah maskulinnya. Aku hanya balas tersenyum.
“Kau
tahu tidak?” tanyanya tiba-tiba.
“Tahu
apa?” aku balik bertanya.
“Tahu
rasanya merasakan sesuatu yang kau pikir takkan kau rasakan.” Jelasnya.
Aku sedang merasakan itu,
batinku. “Maksudnya?” malah itu yang keluar dari bibirku.
“Ya,
kau pikir itu mustahil untuk kau rasakan, tapi nyatanya itu kau rasakan.”
“Contohnya?”
“Seperti
saat ini.” Jawabnya singkat membuatku jantungku berdegup semakin kencang. Aku mengernyitkan
dahiku. Bingung.
“Kau
sedang merasakan sesuatu? Apa itu?” aku kembali bertanya.
“Hey,
apa kau tidak merasakan hal yang sama denganku?” tanyanya cepat.
“Sungguh,
aku bingung dengan perkataanmu yang bertele-tele.” Ucapku jujur.
“Aku
merindukanmu.” DEG!
Kurasa
saat ini wajahku memerah. Ku rasa, aku
juga merindukanmu. Tak kusangka aku akan merindukanmu…
No comments:
Post a Comment