Saturday, December 12, 2015
Apaan sih?
Friday, July 10, 2015
Kebahagiaan
Happiness
Bukan, ini bukan cerpen2 galau yg biasa aku tulis. Ini hanya tulisan, entah apa namanya, yang ingin aku tulisan.
"Be grateful."
Bersyukur.
Hal kecil dan sesederhana itu sebenarnya sangat berarti. Why? Because it's one of many keys to happiness.
Rasakan. Kamu akan merasa bahagia saat bersyukur atas apa yg kamu punya, bukan mengeluh atas apa yang tidak kamu punya.
Aku masih belajar untuk begitu.
"Aku iri deh sama A, dia blablabla..."
Who says that A's life is better or easier than you?
Bisa jadi sebenarnya kamu lebih bahagia, hanya saja A lebih bersyukur dan tidak banyak mengeluh. Ia menikmati hidupnya.
"Expect nothing and you'll be not disappointed."
Berharap memang perlu, bahkan kadang kita hidup karena ada harapan. Namun, kadang harapan ini juga yang membunuh kebahagiaan kita. Saat keadaan, saat situasi, tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan, kamu akan kecewa yang berujung pada ketidak bahagiaan. Berharaplah, tapi juga bersiaplah untuk kecewa.
Aku pun masih belajar untuk itu.
"Everything happens for a reason."
Percayalah, segala sesuatu yang terjadi bukan tanpa alasan, semua yang terjadi bukan kebetulan. Jangan sesali apa yang telah terjadi, apa yang telah kamu lakukan. Mungkin kita memang tidak akan selalu mengetahui 'alasan' tersebut, tapi hal tersebut terjadi karena Allah pasti memang sudah punya rencana untuk kita. Ingatlah, masa lalumu yang membuatmu seperti sekarang, stronger, tougher, better.
Selalu ada pelajaran yang bisa kamu ambil di setiap kejadian, jika kau bisa membuka matamu, membuka pikiranmu.
Aku pun masih belajar untuk itu.
"Move on, keep moving forward."
Jangan gantungkan hidupmu pada sesuatu. Kamu berhak atas kebahagiaanmu sendiri. Jangan biarkan orang lain, sesuatu apa pun membuat dirimu kehilangan kebahagiaan itu. Ya, kau boleh bersedih, kau boleh marah, kau boleh kecewa, tapi ingat, kau masih berhak untuk bahagia.
Lanjutkan hidup yang kau punya. Syukuri, jadikan masa lalu sebagai pelajaran, bukan penyesalan.
Aku pun masih belajar untuk itu.
Saturday, June 27, 2015
Berjalan Sedikit Jauh
“Again???” tanya Kayla, temanku sejak kami masih sama-sama bocah ingusan yang tidak tahu apa-apa. Mungkin saat ini aku sudah menganggapnya seperti saudara sendiri. Ia selalu begitu, ekspresif tentang apapun yang ia sampaikan. Mungkin hal itu yang membuatku senang bercerita padanya, karena ia selalu memberi tanggapan-tanggapan dengan ekspresinya yang tak biasa. Seperti saat ini, saat aku bercerita aku dan teman-teman jurusanku akan pergi – yang menurut dia sudah terlalu sering – menjelajah keindahan di Indonesia, ia tampak kaget.
Tuesday, June 23, 2015
Merindu
Lagi-Lagi
Lagi-lagi
Sekali lagi ia torehkan tinta itu
Tinta merah pertanda dirinya dalam amarah
Kini ia sudah pasrah dan menyerah
Lagi-lagi
Sekali lagi ia tumpahkan harapannya
Harapan tentang ia dan kasihnya
Kini kasihnya hilang, telah diambil orang
Lagi-lagi
Sekali lagi ia menggumam
Tentang penyesalan akan kelalaiannya
Kelalaian menjaga kasihnya
Friday, June 19, 2015
Pecundang
Sebut aku pecundang karena tak mampu mengatakan ini padanya.
Sebut aku pecundang karena menantikan, mencari, menunggu waktu yang tepat bukannya menciptakan waktu yang tepat untuk mengatakan semua ini pada Zara, perempuan yang membuatku mengenal kehidupan. Kata-kata yang ku rangkai selama ini terasa sia-sia hanya karena ciutnya nyali yang kupunya setiap bertemu dirinya, setiap melihatnya tersenyum. Seperti saat ini.
“Hei, maaf lama ya.” Sapanya sambil tersenyum manis. Kau pinta aku menunggu lebih lama pun tak apa, asal aku masih bisa melihat senyummu.
“Engga, kok...” jawabku, menggantung. Ide gila itu tiba-tiba terlintas. Apa harus ku katakan semua ini sekarang? Apa waktunya tepat? Sial. Aku tidak akan pernah menemukan waktu yang tepat jika aku harus menunggu, aku harus menciptakannya.
“Zara...” panggilku, masih mengumpulkan keberanian itu.
“Kenapa, Raf?”
Andai kamu mampu membaca mataku, menelusuri isi hati dan pikiranku, semua ini akan lebih mudah, Zar.
“Berangkat sekarang yuk.”
Sebut aku pecundang karena masih tak mampu mengungkapkan ini semua. Aku hanya ingin mencintaimu seperti hujan, murni dan kuat. Mungkin tak sekarang, tapi aku pastikan kau akan segera mengetahui rahasia hatiku.
Monday, June 15, 2015
Spasi
Wednesday, June 10, 2015
(Kebanyakan) Mahasiswa Sekarang
Kita tahu, hampir di semua perguruan tinggi mengadakan kaderisasi untuk para mabanya dengan cara yang berbeda. Memang masih berhubungan dnegan kaderisasi, tapi apa yang akan aku bahas sekarang bukan masalah bagaimana kaderisasi yang tepat blablablanya. Ada hal menyedihkan yang aku temui dari kaderisasi. Banyak mahasiswa yang mengagung-agungkan kaderisasi ini dan itu, merasa kaderisasinya paling keras, disiplin, berhasil dan sebagainya.
![]() |
| *ga bahas wisudaan* ._. |
