Pages

Saturday, June 10, 2017

Pemimpin Itu Munafik

Cukup click bait ga sih judulnya? hwehwe
Jujur, mungkin sebenarnya jarang sekali saya menuliskan hal-hal terkait keorganisasian untuk dipublikasikan. Namun, ada hal yang sudah menggelitik saya cukup lama. Nyambung sama judulnya, jadi pemimpin itu harus munafik.

KOK PEMIMPIN MALAH MUNAFIK???

Thursday, February 9, 2017

Bukan Nomer Satu

Apa yang kamu rasakan saat tidak menjadi nomer satu? Atau bagaimana rasanya tidak pernah menjadi nomer satu?

Sebenarnya semua hal itu biasa saja, hingga akhirnya kita merasa cemburu. Sebenarnya semua hal itu biasa saja, hingga akhirnya kamu merasa cemburu.

Oh bukan, bukan tentang kecemburuan yang muncul saat orang lain menjadi nomer satu di kelasnya saat di SD, SMP atau SMP. Bukan tentang kecemburuan dengan anggota keluarga.

Kalau dipikir lebih lanjut, sepertinya rasa cemburu ini muncul karena dulu seseorang pernah dinomer satukan oleh orang lainnya - bukan keluarga, maupun guru - namun sekarang entah dinomer berapakan. Menyadari hal itu seseorang menjadi cemburu.

Saat dulu mereka selalu menomer satukanmu, dalam hal apapun.
Saat ia yang kebingungan menjadikanmu orang pertama yang ia mintai pendapat
Saat ia yang kesulitan menjadikanmu orang pertama yang ia mintai tolong
Saat ia yang marah menjadikanmu orang pertama yang menyadari amarahnya
Saat ia yang mendapat berita bahagia menjadikanmu orang pertama yang ia kabari
Bahkan, saat ia yang sedang tidak ada apa-apa menjadikanmu orang pertama yang dicarinya

Lalu tiba-tiba semua itu berubah
Kamu bukan lagi orang yang pendapatnya dipertimbangkan
Kamu bukan lagi orang yang ia mintai pertolongan
Kamu menjadi orang terakhir yang menyadari amarahnya
Kamu tak pernah mendapatkan kabar bahagia lagi darinya
Kamu bukan lagi orang yang ia cari di saat senggangnya

Dan lebih sialnya, ada orang lain yang menggantikan posisimu
Dan kamu melihat itu
Dan kamu menyaksikannya langsung

Awalnya kamu tak menyadari akan segala perubahan itu
Namun lambat laun akhirnya kamu mengerti
Kamu tidak lagi menjadi nomer satu.

Saturday, December 12, 2015

Apaan sih?

Pengaderan? Kaderisasi? Apaan sih?


Hai! J

Dari kalimat pertama pasti udah ketebak kan mau bahas apa? Ya, pengaderan. Sebelumnya udah ada nih entri yang bahas pengaderan gitu walaupun Cuma dikit, tapi boleh lah dicek~
nih klik

Sebenernya pengaderan itu apa?

Jadi, kalau diambil dari KBBI, pengaderan adalah

Friday, July 10, 2015

Kebahagiaan

Happiness

Bukan, ini bukan cerpen2 galau yg biasa aku tulis. Ini hanya tulisan, entah apa namanya, yang ingin aku tulisan.

"Be grateful."

Bersyukur.
Hal kecil dan sesederhana itu sebenarnya sangat berarti. Why? Because it's one of many keys to happiness.
Rasakan. Kamu akan merasa bahagia saat bersyukur atas apa yg kamu punya, bukan mengeluh atas apa yang tidak kamu punya.
Aku masih belajar untuk begitu.
"Aku iri deh sama A, dia blablabla..."
Who says that A's life is better or easier than you?
Bisa jadi sebenarnya kamu lebih bahagia, hanya saja A lebih bersyukur dan tidak banyak mengeluh. Ia menikmati hidupnya.

"Expect nothing and you'll be not disappointed."

Berharap memang perlu, bahkan kadang kita hidup karena ada harapan. Namun, kadang harapan ini juga yang membunuh kebahagiaan kita. Saat keadaan, saat situasi, tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan, kamu akan kecewa yang berujung pada ketidak bahagiaan. Berharaplah, tapi juga bersiaplah untuk kecewa.
Aku pun masih belajar untuk itu.

"Everything happens for a reason."

Percayalah, segala sesuatu yang terjadi bukan tanpa alasan, semua yang terjadi bukan kebetulan. Jangan sesali apa yang telah terjadi, apa yang telah kamu lakukan. Mungkin kita memang tidak akan selalu mengetahui 'alasan' tersebut, tapi hal tersebut terjadi karena Allah pasti memang sudah punya rencana untuk kita. Ingatlah, masa lalumu yang membuatmu seperti sekarang, stronger, tougher, better.
Selalu ada pelajaran yang bisa kamu ambil di setiap kejadian, jika kau bisa membuka matamu, membuka pikiranmu.
Aku pun masih belajar untuk itu.

"Move on, keep moving forward."

Jangan gantungkan hidupmu pada sesuatu. Kamu berhak atas kebahagiaanmu sendiri. Jangan biarkan orang lain, sesuatu apa pun membuat dirimu kehilangan kebahagiaan itu. Ya, kau boleh bersedih, kau boleh marah, kau boleh kecewa, tapi ingat, kau masih berhak untuk bahagia.
Lanjutkan hidup yang kau punya. Syukuri, jadikan masa lalu sebagai pelajaran, bukan penyesalan.
Aku pun masih belajar untuk itu.

Saturday, June 27, 2015

Berjalan Sedikit Jauh


Again???” tanya Kayla, temanku sejak kami masih sama-sama bocah ingusan yang tidak tahu apa-apa. Mungkin saat ini aku sudah menganggapnya seperti saudara sendiri. Ia selalu begitu, ekspresif tentang apapun yang ia sampaikan. Mungkin hal itu yang membuatku senang bercerita padanya, karena ia selalu memberi tanggapan-tanggapan dengan ekspresinya yang tak biasa. Seperti saat ini, saat aku bercerita aku dan teman-teman jurusanku akan pergi – yang menurut dia sudah terlalu sering – menjelajah keindahan di Indonesia, ia tampak kaget.
            Aku tertawa melihat ekspresinya, “terakhir dua minggu lalu loh, Kay. Mau ikut?” ajakku walau aku tahu ia pasti menolaknya.


Tuesday, June 23, 2015

Merindu

Rindu ini terlalu menyiksa
Karena sang hati sudah tenggelam
Dan sang akal hanya diam

Rindu ini terlalu menyiksa
Karena jiwa sudah terkapar
Dan sang raga hanya terpaku

Rindu ini terlalu menyiksa
Karena mata sudah buta
Dan sang bibir hanya bisu

Lagi-Lagi

Lagi-lagi
Sekali lagi ia torehkan tinta itu
Tinta merah pertanda dirinya dalam amarah
Kini ia sudah pasrah dan menyerah

Lagi-lagi
Sekali lagi ia tumpahkan harapannya
Harapan tentang ia dan kasihnya
Kini kasihnya hilang, telah diambil orang

Lagi-lagi
Sekali lagi ia menggumam
Tentang penyesalan akan kelalaiannya
Kelalaian menjaga kasihnya