Seperti
malam-malam biasanya, hanya ada aku dan laptopku. Mengerjakan segala coding yang membuatku pusing. Twitter? On, facebook? On, email? Ya,
available. Aku tahu ini sudah larut, tetapi aku masih ingin mengerjakan coding itu. Ya, walau membuatku pusing. Namun
setidaknya, hal ini yang mampu mengalihkan pikiranku darinya. Tidak, aku
kembali mengingatnya.
Ku
regangkan tanganku yang sudah mulai terasa pegal. Aku rasa aku butuh sedikit
hiburan. Twitter, no new mention. Facebook,
no new notification. Email, … a new email?
Alright, this new e-mail makes me… miss that
jerk. That lucky jerk who still has my heart. He sent me an e-email. Kalian tahu apa yang ia kirimkan melalui
e-mailnya? Sebuah video.
Ku putar video yang ia kirimkan.
Perlahan-lahan, muncul sosok dirinya yang sedang memetik gitar dengan lembut. Wajahnya
tersenyum teduh ke arah kamera, dan… ia mulai bernyanyi
Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
“Aku juga merindukanmu.” Batinku
berharap ia akan mendengarnya, walau ku tahu ini mustahil.
No comments:
Post a Comment