Saturday, September 5, 2015

Jarak: Rahasia Narendra II

Narendra

“Kok lo nyimpen foto dia?”

“Lo kenal dia?” apakah dunia – atau Bogor – memang sesempit ini?

“Lo ngapain nyimpen foto Kayla? Itu Kayla kan?” tanya Farel.

“Kok lo kenal dia?” gue balik tanya sekali lagi.

“Yaelah, dia temen SMP gue dulu, sebelum kita satu SMP.” Kami sempat sama-sama diam untuk beberapa detik, “lo kenal dia dari mana?”

Gue berdehem, “bukannya gue udah
cerita ya? Yang gue kenalan sama cewek di damri.”

Farel spontan membulatkan matanya begitu mendengar ucapan gue, “ooohhh! Lo kenalan sama dia? Gue kira siapa. Kok lo ga bilang kenalan sama Kayla?” tanya Farel.

“Ya mana gue tahu lo kenal dia.”

“Terus kenapa lo simpen fotonya?” Farel bertanya lagi sambil berusaha merebut ponsel dari tangan gue, tapi gagal. Gue sengaja diam sambil menyimpan ponsel gue. Gue kira Farel ga akan membahas lagi kenapa gue nyimpen foto Kayla.

“Ooooh, suka ya lo? Bisa juga lo malu sama gue.”

Gue masih diam. Sengaja.

“Yaelah, ga mau cerita nih? Yaudah gapapa, padahal mungkin gue bisa bantu.”

“Menurut lo dia gimana?” Gue kalah, akhirnya gue nyerah karena gue pengen bahas tentang Kayla.

Farel ketawa begitu mendengar pertanyaan gue. “Sori sori, gimana ya? Gue ga begitu kenal dia, gue sama dia ga sekelas dulu. Yang gue tahu sih dia gampang deket sama orang.”

“Terus apa lagi?”

“Ga tau gue. Lo ajak ketemu aja lah.” Sepertinya Farel menyadari idenya yang menurut gue gila ini berhasil membuat gue kaget. “Lo ada LINEnya kan? Ya ajak ngobrol dulu lah, ngeri juga kalau tiba-tiba lo ajak ketemu.”

“Gue ngobrolin apa?”

“Nanya mulu lo. Ya apa aja, Ren. Gue minjem gitar lo ya.”

Dan Farel asik memetik gitar meninggalkan gue yang tiba-tiba bimbang. Gue emang pengen ketemu Kayla lagi, tapi gue ga tahu gimana. Gue tiba-tiba merasa bodoh.

No comments:

Post a Comment