Wednesday, December 4, 2013

Let's See

                Sudah minggu ke 7 sejak ia mengantar jemputku. Sungguh, ini bukan permintaanku, ia yang selalu melakukan ini. Setidaknya, aku diuntungkan dalam hal ini. Bukankah aku menghemat sebagian uang jajanku? Hehehe. Seperti hari-hari selama 7 minggu ini, aku pulang bersamanya. Dan seperti hari-hari biasanya pula. Kami hanya diam di sepanjang perjalanan.
                Namun, tiba-tiba saja ia memelankan motornya. Padahal rumahku masih jauh. Apa mungkin… bensinnya habis?
                “Ko berhenti sih, Dir?” tanyaku bingung setelah Dirga benar-benar menghentikan motornya.
                “Bosen ga sih, Ren?” tanyanya balik. Apa maksudnya?
                “Bosen? Bingung iya, Dir. Bosen apaan?” aku kembali bertanya.
 Kami masih di atas motor, aku tak dapat melihat wajahnya saat ia berbicara. Ia tidak menyuruhku turun, jadi aku tetap berada di jok belakang. Bagaimana jika aku turun dan tiba-tiba ia meninggalkanku? Tidak, tidak mungkin. Ia tidak sejahat itu. Dirga melepas helmnya dan mulai mengatur letak kaca spion agar mampu melihatku tanpa harus menoleh atau turun motor.
“Bosen ga sih jomblo?” tanyanya lebih jelas.
Tanpa sadar, aku memasang tampang seperti orang bloon saat ia bertanya saking bingungnya. “Jomblo? Gue sih ga bosen sih ya. Lu kenapa sih tiba-tiba nanya gini?”
Hening beberapa detik…
“Jadian yuk, Ren.” Ucapnya tiba-tiba tanpa basa-basi. Jantungku berdegup kencang saat ia mengucapkan kata-kata sederhana tersebut.
“Sinting lu, Dir.”
“Serius, jadian yuk.” Kali ini aku yang terdiam setelah mendengar kalimatnya. Ia menatapku melalui kaca spion.
“Gue tahu kita belum bener-bener deket. Tapi tiap hari gue mikirin lu. Dan gue pikir… gue mulai suka sama lu… dan gara-gara lu juga, gue pengen sayang sama seseorang.” Lanjut Dirga lalu tersenyum.
“Pengen sayang sama seseorang? Funny…” ucapku menanggapi kalimatnya.
So how? Will you…?”  kali ini ia terlihat sedikit gugup. Aku tersenyum simpul melihat wajahnya yang terlihat gugup.
I will.” Jawabku singkat. “Let’s see, how this thing will work on us.”

Jauh dari kata romantis. Isn’t it funny? Let’s see, how this thing will work on Dirga and I.

No comments:

Post a Comment